Home » , , , » Pertama Kali Sosialisasi, Sudah Disurati Panwaslu

Pertama Kali Sosialisasi, Sudah Disurati Panwaslu

Written By Blogs owner SidikRizal on Friday, December 27, 2013 | 4:19 AM

Hj.Wiwiek Hilwiyah A, saat sosialisasi dengan warga sekitar rumah
Hj.Wiwiek Hilwiyah A.
Calon Anggota DPRD Kota Bekasi
Dapil 1 No.4 Partai Golkar
Kecamatan Bekasi Timur

Perjalanan karier politiknya memang baru kali ini bisa dilihat dengan pencalegan yang diikuti ibu dari empat anak perempuan dan nenek empat orang cucu ini. Namun jauh-jauh hari dia sudah aktif dalam organisasi sosial dan yang terakhir aktif di DPD Golkar yang menangani bidang kesehatan masyarakat.


Sebagai seorang ibu apalagi yang mempunyai 4 anak perempuan, tentunya bukan hal yang mudah, apalagi Hj. Wiwiek Hilwiyah yang akrab dipanggil bu Slamet ini selalu membimbing dan mengajarkan segala hal yang baik kepada anak-anaknya disamping memberikan contoh langsung.


Tak bisa dipungkiri, keberhasilan Hj.Wiwiek mendidik anaknya dengan mengedepankan gaya hidup sederhana meskipun segala kebutuhan mereka disediakan orangtua. Sebagai orangtua Hj.Wiwiek berprinsip totalitas mendidik dan membesarkan mereka, jadi tak ada hal lain yang lebih penting kecuali mempersiapkan mereka menjadi orang dewasa yang siap mandiri menghadapi kehidupan seperti hal dirinya.

"Itulah sebabnya dulu banyak sekali penawaran untuk terjun ke politik praktis semenjak tahun 2004 dan 2009, namun karena anak-anak perempuan saya belum selesai pendidikan dan belum menikah semua, saya kuatir hal itu akan mempengaruhi kebutuhan mereka terhadap saya sebagai seorang ibu," istri dari Slamet Pabudi Setiono ini.

Wanita lulusan Pendidikan Guru Agama ini menjelaskan, bahwa yang memintanya menjadi caleg adalah para politisi di tingkat elit, bahkan di tahun 2004 Hj.Wiwiek mengaku sudah didekati petinggi parpol untuk mau menjadi calon anggota dewan, dan tentu saja dia dengan berat hati menolaknya, termasuk ketika tawaran itu datang di tahun 2009 dari partai lainnya.

"Kini situasi dan kondisinya berbeda, dimana semua anak saya sudah selesai pendidikannya dan ke-empat putri saya sudah menikah semua, bahkan sudah memberikan saya 4 orang cucu yang lucu-lucu," ungkapnya memberikan alasan kenapa baru sekarang dia bisa mengikuti pencalegan Pemilu 2014.
Satu kebetulan sudah beberapa tahun terakhir dia aktif di partai Golkar dan diberi amanah untuk mengurusi bidang kesehatan masyarakat. Baginya inilah kesempatan terbaik untuk mengabdi kepada masyarakat di lingkungannya dimana dia tinggal.

Namun perjuangannya di kampanye politik yang baru dia alami ini, sudah memberikan pengalaman baru. Pada saat sedang melakukan sosialisasi dengan memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada warga di sebuah RT di Kelurahan Aren Jaya, Kec. Bekasi Timur, dirinya dilaporkan oleh seseorang kepada panwascam.

Diding Ruswandi, fungsionaris & tim inti relawan Hj.Wiwiek hilwiyah Arief
Hj.Wiwiek dan mas Diding, seorang teman aktivis di DPD Golkar Kota Bekasi yang akhirnya menjadi anggota tim relawan utama yang memberikan bantuan segala hal berkaitan kampanye, sempat panik tak tahu harus berbuat apa. Namun karena kesabarannya sebagai seorang ibu dan pengalaman berorganisasi relawannya yang militan, maka Hj.Wiwiek tidak melakukan kesalahan blunder dalam menanggapinya.
Sempat ada kecurigaan dari dirinya, bagaimana mungkin panwascam bisa mengetahui kegiatan sosial yang dilakukannya itu dan menganggapnya sebagai pelanggaran kampanye yang dilakukan Hj.Wiwiek.

"Hal ini kok bisa bersamaan, sesaat saya menerima surat dari Panwascam, dan saya membuat status di BBM pribadi yang berisi bahwa ini adalah cobaan, banyak sekali orang yang mengomentarinya," ungkapnya tentang kecurigaannya bahwa ada kemungkinan pihak tertentu yang tidak suka dengan kegiatan sosial pelayanan kesehatan gratis yang diadakannya.

Namun begitu, tak peduli dengan pandangan miring dan perbuatan orang lain yang memojokkan dirinya, Hj.Wiwiek berusaha untuk memaafkan layaknya seorang ibu kepada anak-anaknya. Ditambah pula dirinya kini akan lebih berhati-hati untuk melakukan aktivitas politiknya di masa mendatang, apalagi menjelang masa kampanye Pemilu mendatang.

Ketidaktahuannya sebagai alasan ketika mendapat surat peringatan dari Panwaslu Kecamatan Bekasi Timur, mendapat respon positif. Sesungguhnya hal ini bisa dibilang wajar, karena banyak sekali caleg-caleg lain melakukan hal yang serupa, namun mereka tidak mendapat perlakuan yang serupa. Ini menunjukkan Hj.Wiwiek mendapatkan perhatian khusus dari para lawan politiknya termasuk Panwaslu.
"Itu juga membuktikan, bahwa Hj.Wiwiek bukan caleg sembarangan, mengapa baru pertama kali melakukan kegiatan sosial politiknya, tapi membuat sebagian orang lain blingsatan dan melaporkannya kepada panwaslu," kata seseorang tetangganya yang tak mau namanya disebutkan.

Sepertinya dia harus mempunyai dukungan dari semua orang yang dekat dengan rumahnya, dan ini merupakan kunci suksesnya memenangkan pemilu, imbuh narasumber ini dengan menyebut bahwa suami Hj.Wiwiek adalah seorang ketua pengurus lingkungan yang bisa menjadi modal untuk mendapatkan dukungan penuh warganya dan harus berjuang bersama inkamben (incumbent), Partai Golkar, Drs. H.Rosihan Anwar, untuk memenangkan 2 kursi bagi Golkar di dapil Kecamatan Bekasi Timur, dan tentu ini bukanlah perkara mudah. Apalagi persaingan kali ini berhadapan dengan beberapa inkamben dari partai lainnya, seperti Anggota DPRD, dari PAN, Thamrin Usman, MSi yang kini jadi caleg dari partai Hanura. Dua caleg imkamben dari Partai Demokrat, Ronny Hermawan,SH. dan H. Abadi Ika Setiawan, SE. Belum lagi caleg inkamben PDIP, yakni H.Lilik Hariyoso, S.Sos. Ada juga inkamben tahun 2004 mantan anggota dewan dari Partai Demokrat namun 2009 tidak jadi karena konflik internal, H.Sukono Heru Setianto, SH. yang kini berangkat dari gerbong partai PKPI.

Tentu hal itu tidaklah semudah seperti membalikkan telapak tangan karena berdasarkan pengalaman, para caleg dari pemilu ke pemilu lima tahunan, yang di lingkungan terkecil dan terdekat tidak mendapat dukungan, maka praktis tidak akan bisa memenangkan pemilu dengan mendapatkan dukungan suara terbanyak.

Hj.Wiwiek Hilwiyah Arief adalah wanita tegar lulusan sekolah guru agama yang mampu membesarkan ke empat anak puterinya hingga mandiri. Disamping itu sebagai seorang istri dan wanita yang ingin sekali bisa memberikan kontribusinya pada lingkungan di sekitarnya ini punya anggapan yang sangat prinsip dimana baginya politik hanyalah jalan menuju sebuah pengabdian. Apakah dia sanggup menjadi wakil rakyat buat DPRD Kota Bekasi di Pemilu 2014 mendatang? Kita lihat saja nanti kiprahnya.

Biodata
Caleg Golkar No.4 DPRD Kota Bekasi, Dapil 1 Kec. Bekasi Timur


Nama Lengkap :
HJ.WIWIEK HILWIYAH ARIEF

No. KTP :
3275014912580017

Tempat/Tgl Lahir:
JAKARTA 09/12/1958

Jenis kelamin: Perempuan

Agama: ISLAM

Status : KAWIN

Nama Suami : SLAMET PABUDI SETIONO

Jumlah Anak :    4 orang perempuan

Alamat :
PERMATA BEKASI 2 BLOK N-7
RT.05 RW.08 KEL DUREN JAYA
BEKASI TIMUR
KOTA BEKASI
JAWA BARAT

Pendidikan Terakhir :    PGA
Pekerjaan : IBU RUMAH TANGGA

0 komentar:

Chat Box dengan Kami

Follow by Email

Popular Posts

 
Support : Webrizal | Tutorial | My Opini
Copyright © 2009-2014. Global Bekasi - All Rights Reserved
Template Recreated by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger