Home » » Siapa yang Menang?

Siapa yang Menang?

Written By Blogs owner SidikRizal on Monday, April 26, 2010 | 10:09 AM

Kadang tampaknya kalah tapi sebenarnya menang

Seorang kakek tua yang akan menikmati hari tuanya, membeli sebuah rumah di dekat sekolah SMP daerah pinggiran kota. Ia membeli rumah yang mempunyai pekarangan halaman luas di depan rumah peristirahatnya. Dia pun berniat akan menghabiskan masa tuanya dengan uang pensiunnya sambil menikmati suasana hari hingga sore dengan duduk bermalasan hingga tertidur di kursi goyang serambi depan rumahnya.

Namun sayang, setiap sore ia ingin duduk bersantai di kursi goyangnya, selalu saja ada sekumpulan yang terdiri 3 anak SMP pulang sekolah sambil memukul bak tong sampah hingga keluar semua isinya. Permasalahan bukan saja isi tempat sampah yang bertaburan keluar, tapi juga bunyi berisik suara kaleng bekas dari tempat sampah yang selanjutnya dipukul-pukul untuk jadi mainan sepanjang jalan kecil yang melingkari pekarangan sang kakek tua itu, sehingga ia tak bisa beristirahat dengan tenang.

Akhirnya sang kakek pun tak tahan untuk mengambil tindakan mengatasinya. Ia mengambil sebuah terompet tua dari dalam rumahnya dan sebuah drum besar, kemudian ia berkeliling di jalan depan rumahnya saat jam anak-anak SMP itu pulang sekolah. Ketika mereka lewat di depan pekarang rumah sang kakek, anak-anak itu terheran-heran melihat sang kakek dengan semangat memukul-mukul drum dan meniup terompet keras-keras namun tak beraturan bahkan berisik sekali.

Akhirnya anak-anak itu pun mendekati sang kakek, dan sebelum sempat mereka bertanya, sang kakek langsung menjelaskan perbuatannya, bahwa ia sangat suka sekali mendngar bunyi-bunyian yang berisik di masa tua dan pensiunnya tu. Dia akan membayar mahal, siapa saja yang bisa menghiburnya dengan cara menimbulkan suara-suara berisik kegaduhan. Sang anak-anak SMP itu pun ditawarinya uang 10.000 rupiah, asal mereka mau mebuat keributan dengan memukul-mukul kaleng bekas hingga gaduh sepanjang gang di depan pekarangan rumahnya yang lebih 100 meter panjangnya itu. Anak-anak pun setuju, dan mereka menerima uang 10.00 rupiah dari sang kakek. Mereka pun mulai memukul-mukulkan kaleng bekas dari ujung jalan dekat sekolah hingga menjauh dari pekarangan rumah sang kakek.

Keesokan harinya, sang kakek didatangi oleh anak-anak kecil tersebut, dan sang kakek kembali memberi 10.000 rupiah kepada mereka. Mereka pun kembali membuat gaduh dengan memukul-mukulkan kaleng bekas. Dan hal ini berlangsung hingga hari ke empat.

Pada hari ke lima sang kakek memasang wajah sedih saat anak-anak itu meminta uang 10.000 rupiahnya. "Karena jatah uang pensiun kakek agak terlambat, bagaimana kalau sekarang kakek hanya memberi 5.000 rupiah saja?"
Akhirnya anak-anak itupun setuju, dan kembali mereka membuat kegaduhan seperti biasa.

Pada hari ke enamnya, anak-anak SMP itu kembali menagih pada sang kakek, uang 10.000 jatah mereka. Dan kembali sang kakek berwajah memelas sanagt sedih, bahkan kali ini tampak sangat menyesal sekali, sambil berkata: "Aduh anak-anak... berhubung apa-apa sekarang pada mahal, dan uang pensiun kakek semakin nggak mencukupi, bagaimana kalo kalian kakek kasih 500 perak saja, ya?"

Dengan wajah kesal anak-anak itupun menjawab: "Kakek gila apa ya? kalo kemarin cuma 5.000 perak buat mukul-mukul kaleng kita bisa maklum, sekarang buat mukul-mukul kaleng bekas kita cuma dapat 500 perak. Wah sorry aja deh kek, kita bukan orang gila yang mau mukul-mukul kaleng demi 500 perak!!!" mereka pun pergi dengan bersungut-sungut, dan sejak itu sang kakek tersenyum tidak mendengar suara keributan kaleng bekas dipukul-pukul lagi...

Jadi siapa yang cerdik dan siapa yang gila?

0 komentar:

Chat Box dengan Kami

Follow by Email

Popular Posts

 
Support : Webrizal | Tutorial | My Opini
Copyright © 2009-2014. Global Bekasi - All Rights Reserved
Template Recreated by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger