Sarni Ruminta Sihombing, AMd, Anggota DPRD Kota Bekasi 2014-2019 Partai Gerindra Dukungan Suami Penuh Didapatkan Sarni Sihombing Tokoh Masyarakat Kota Bekasi - Nursidik Kelanarizal Ronny Hermawan, SH. Partai Demokrat Anggota DPRD Kota Bekasi 2014-2019 Dariyanto Lim, S.Kom. Anggota DPRD Kota Bekasi 2014-2019 Fraksi Golkar H.M. Pariyo, SE. MSi, owner PT Multi Mineralindo - PANJA Group Drs Thamrin Usman, MSi - Anggota DPRD Kota Bekasi 2014-2019 Partai Hanura Drs Thamrin Usman, MSi - Anggota DPRD Kota Bekasi 2014-2019 Partai Hanura Murfati Lidianto, SE Anggota DPRD Kota Bekasi 2014-2019, Partai Gerindra H.M. Zaini, Caleg Golkar DPRD Kota Bekasi dapil 5, Bekasi Barat & Medan Satria

This Day in History

Hotline : (+62) 8787.882.1248 - (+62) 81.385.386.583 - (+6221) 9346.1965

globalbekasi.com Copyright © 2008-2014 endorsed by webrizal.com ®. Powered by Blogger.

Berapakah Investasi Politik Pada Pasar Demokrasi Kita?

Saturday, August 23, 2014

Ini adalah kutipan tulisan dari seorang anggota dewan yang saya kenal dan saya tahu betul kapasitas sebagai anggota DPRD di Kota Bekasi. Dia adalah Thamrin Usman, anggota DPRD Kota Bekasi dari PAN (Partai Amanat Nasional) untuk dua periode mulai dari tahun 2004-2009, 2009-2014 dan kini periode 2014-2019 dari partai yang berbeda, yakni HANURA.

Kiprahnya di dunia politik saya kenal betul mempunyai catatan yang bersih, semenjak saya mengenalnya di tahun 1999 hingga kini, tak ada yang berubah dari kesederhanaan seorang tokoh masyarakat dan pernah menjadi wakil rakyat beberapa kali ini. Loyalitas kepada partainya sudah nampak dari awal-awal tahun membangun organisasi kepartaian di wilayah Kota Bekasi, meskipun di belakang hari dia mencoba untuk menghindari konflik internal partai dengan cara menyelamatkan konstituennya di wilayah daerah pemilihnya.
[Rincian Lanjut : Kompasiana.com]

Ronny Hermawan, SH Bicara ISIS di Jakarta

Wednesday, August 20, 2014

Sebagai tokoh masyarakat Ronny merasa insiden deklarasi ISIS dan konflik penyelenggaraan Pilpres di MK adalah bukan hal yang disengaja.

Lebih tepatnya, intelijen apalagi ketika Kota Bekasi baru saja kecolongan dengan adanya deklarasi ISIS di wilayah Pekayon, Kota Bekasi.

Ronny panggilan akrab anggota DPRD Kota Bekasi yang baru saja dilantik 11 Agustus 2014 untuk periode 2014-2019, merasa perlu menyikapinya apalagi dia akan menjadi pembicara bertemakan kebangsaan atas undangan dialog kebangsaan dari PAN di Jakarta Timur pada hari Senin tanggal 18 Agustus 2014.

"Apa yang Mas Sidik ketahui tentang ISIS?" tanya Ronny di NICHO Cafe tempat dimana ia biasa bertemu dengan banyak kolega dan klien pada hari Minggu, 17 Agustus 2014 lalu. Setelah mendengarkan pendapat saya pribadi tentang eksistensi ISIS yang bisa mengancam keutuhan bangsa Indonesia dan NKRI itu, lelaki berkacamata ini mulai mengeluarkan pendapatnya yang serupa.

Di sela interviu dengan Ronny Hermawan, SH. sang Ketua GEMABUDI ini, dia juga menyisipkan pesan dan harapan agar proses pengadilan pen yelenggaraan Pilpres di MK agar bisa segera diselesaikan, bahkan dia juga berharap agar Prabowo untuk lebih legowo dan tidak terlalu jauh memperpanjang permasalahan dengan pihak KPU.

Ronny yang cukup intens dekat dengan Yenny Wahid, sebagai salah satu anggota forum kebangsaan dan lintas agama yang dipelopoiri oleh Gus Dur itu, berharap agar permasalahan yang kini sedang diproses secara hukum di Mahkamah Konstitusi tidak berlarut-larut dan tidak pula dijadikan komoditi untuk membuat kisruh di tingkat akar rumput.

Sebagai putra daerah Bekasi yang berdarah Cina, rasa nasionalisme tokoh muda ini patut diberi penghargaan. Dalam dirinya, dia tidak membedakan perlakuannya dalam kehidupan sehari-hari dengan sifat sektarian apalagi yang berbau SARA. Bahkan di markas tempat ia biasa mengadakan pertemuan dengan banyak koleganya, dia memberikan kesamaan hak antar karyawan dan anak buahnya dalam segala hal, yang tentunya sesuai dengan kemampuan dan keahlian masing-masing.

Ketika Ronny menanyakan perihal ISIS, maka sewajarnya pula dia beranggapan bahwa kasus terjadinya deklarasi ISIS di wilayah Kota Bekasi, adalah karena pihak intelijen memang kecolongan, jika tak mau dibilang sengaja membiarkan masalah ini pada saat bangsa Indonesia sedang berada pada kondisi kurang tepat yakni gejolak pilpres.

"Di tingkat bawah, permasalah pilpres sebenarnya tidak begitu heboh seperti halnya di tingkat elit politik," papar Ronny kepada globalbekasi.com. Yang menjadi masalah adalah keterlibatan pihak media yang terkadang begitu partisannya sehingga memberikan pemberitaan yang memojokkan atau malah tidak netral dan sering malah menimbulkan persepsi negatif.

"Itulah sebabnya, ketika tim pendukung Prabowo dan Hatta melakukan publikasi media dan juga langkah hukum menggugat KPU melalui MK membuat saya berubah pikiran. Tadinya saya simpati kepada Prabowo, tapi karena ulah timsesnya, saya jadi sedikit agak jengah," beber Ronny.

Ketidaksukaan Ronny kepada timses Prabowo memang tidak sebesar para pendukung Jokowi yang setia. Secara politis, anggota dewan dari Partai Demokrat ini berusaha mengikuti fatsun partainya yang tidak berpihak kepada siapapun capres yang akan menang.

Sayangnya pembicaraan tidak bisa berlanjut, karena masih banyak hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pilpres, KPU dan tentunya masalah ISIS yang jadi topik hangat pembicaraan di antara kami.

SidikRizal - webrizal.com - Pemerhati Politik dan Hukum

Beban Berat Amanah Yang Harus Dipikul Anggota Dewan

Tuesday, August 12, 2014

Drs. Thamrin Usman, MSi, anggota DPRD dari Partai Hanura, yangbaru saja dilantik pada hari Senin 11 Agustus lalu ini menyatakan bahwa amanah yang diterimanya semenjak terpilih dan dilantik menjadi aleg adalah sebuah beban besar amanah yang harus dipikulnya hingga 5 tahun ke depan.

Hal ini bukanlah pernyataan lisan semata, Thamrin Usman telah mebuktikannya selama beberapa periode menjadi anggota dewan di usianya yang tak lagi muda, dirinya tidaklah menggunakan kesempatan dengan memperkaya diri ataupun mengumpulkan harta untuk anak dan istrinya.
[Baca selengkapnya...]

Pelantikan Anggota DPRD Kota Bekasi Didemo

Monday, August 11, 2014

Bekasi, HanTer - Pelantikan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bekasi periode 2014 -2019 diwarnai aksi demo mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se- Kota Bekasi.

Pantauan Harian Terbit, aksi yang sempat membuat jalan Chairul Anwar macet total ini membuat aparat keamanan harus bekerja ekstra. Pasalnya para mahasiswa sempat membakar miniatur tumpeng yang ditaruh didepan pagar kantor DPRD Kota Bekasi.

Dalam aksinya, para mahasiswa BEM menuntut agar para anggota DPRD kota yang baru dapat lebih bekerja dengan sungguh-sungguh dan mendengar aspirasi rakyat. Karena selama ini anggota DPRD sebelumnya tidak mau mendengar aspirasi rakyat, dan hanya bekerja untuk partainya saja.

Koordinator Lapangan Aksi demo, Yuki Malindra mengeskan, pihaknya akan selalu mengawal dan mengontrol pelaksanaan Perda dan kebijakan-kebijakan lainya, termasuk mengawal anggaran daerah dalam membangun kota Bekasi.

“Kami akan mengawal dan mengontrol kebijakan-kebijakan pro rakyat sehingga pembangunan di Kota Bekasi dapat berjalan dengan baik. Serta meminta anggota dewan bekerja dengan baik,” kata Yuki kepada awak media, Senin (11/8).

Lebih jauh Yuki meminta, agar kinierja anggota dewan yang terpilih dapat bekerja dengan lebih baik lagi dari anggota dewan sebelumnya. Karena selama ini, kinerja anggota dewan sebelumnya tidak maksimal dalam menjalankan tugas-tugasnya.

Sementara itu, meski diwarnai aksi unjukrasa, namun pelantikan 50 anggota DPRD Kota Bekasi tetap dilakukan oleh Kepala Pengadilan Negeri bekasi berjalan dengan lancar.

Sedangkan komposisi anggota DPRD Kota Bekasi terpilih di antaranya PDI-P mendapat 12 kursi, Partai Golkar 8 kursi, PKS 7 kursi, Gerindra 6 kursi, Hanura 5 kursi, Demokrat 4 kursi, PAN 4 kursi, PPP 4 kursi. (Hendro)

Tak Harus Keluar Uang Banyak, Setiap Orang Bisa Jadi Caleg

Friday, March 28, 2014

Nellyta Elvira, Caleg Demokrat Yang Biasa Naik Ojeg dan Angkot Saat Bersosialisasi


Tak banyak yang berani seperti caleg Partai Demokrat ini, perempuan berjilbab yang kini aktif menjalankan usaha klinik kecantikan dan kesehatan kulit, masih mau bersosialisasi bertemu para konstituennya dengan menumpang kendaraan umum dan juga ojeg agar bisa bertatap mauka langsung dengan mereka.

"Saya sampai terkejut ketika saya disambut dengan pelukan haru seorang ibu yang berkata, 'Jarang sekali ada caleg yang mau rela naik angkot bertemu kami!'


Dan ini yang bikin saya lebih senang bertemu mereka secara langsung setiap hari dengan kendaraan umum." beber Nellyta yang kini mempunyai anak perempuan yang berhasil menjadi dokter umum dan juga menikah dengan seorang dokter juga.


Caleg Demorkrat yang memutuskan untuk terjun ke dunia politik ini, awalnya adalah karena kekuatirannya yang terlalu sering minta bantuan dengan sejawatnya yang duduk di kursi dewan dan juga jabatan walikota. Beberapa permintaan dan keluahan warganya sempat ia perjuangkan hanya karena dia mempunyai akses kenalan dengan seorang sobatnya di DPRD Kota Bekasi, masalah penanganan kebutuhan warga. Demikian pula pada tahun berikutnya, karena aktifnya di kegiatan PKK bersama ibu-ibu dari keluarga kurang mampu tapi mereka tetap bersemangat dalam setiap program sosialisasi PKK, sehingga Nelly punya akses langsung dengan ibu Walikota Bekasi.

Saat inilah dia memperhatikan betapa para ibu yang aktif di kegiatan PKK ternyata tidak semuanya mempunyai penghasilan keluarga yang baik, maka dirinya mendapatkan ide sederhana dan terdorong untuk memberikan bantuan berupa pemberian honor kepada mereka yang aktif untuk menambah pendapatan keluarga para anggota penggerak kegiatan PKK.

"Ternyata banyak sekali kebutuhan warga tak bisa dibantu secara langsung yang mau tak mau saya harus meminta bantuan kolega di legislatif maupun eksekutif," ungkap perempuan yang kini punya 2 klinik di wilayah Harapan Jaya dan Bekasi Timur ini kepada kandidat-kandidat.com

"Kenapa nggak sekalian saja saya yang jadi anggota dewan, agar saya bisa membantu warga jauh lebih banyak dan tentunya karena mereka pulalah saya bisa mendapat dukungan untuk jadi wakil mereka di dewan." ujarnya kali ini menjelaskan kenapa dia harus jadi caleg.

Sekali lagi seorang koleganya di kegiatan PKK yang kebetulan juga tokoh masyarakat dan anggota dewan dari partai Demokrat, Bunda Ratu, menawarkan kepadanya kesempatan untuk menjadi anggota dewan di partai bintang mercy itu. Tanpa harus mengeluarkan uang yang besar, dan kesempatan untuk bisa berbuat lebih baik jika dia duduk di dewan, maka Nellyta berdiskusi dengan suaminya, Anton Sugianto, yang akhirnya mendukung penuh dirinya untuk jadi caleg di Partai Demokrat.

Sejak itulah dia rajin bersosialisasi meskipun harus naik angkot atau ojek, karena suami tak selalu bisa mengantarkannya untuk bertemu warga karena kesibukan pekerjaannya. Sungguh sebuah perjuangan wanita yang rela berkorban dan peduli kepada kepentingan warga di sekitarnya, setelah dia selesai memenuhi kebutuhan anak dan suaminya di rumah, dia tak mau berhenti beribadah sebagai perempuan dan anggota masyarakat tanpa harus mengurangi atau mengganggu kewajibannya sendiri kepada dirinya, keluarga dan lingkungan masyarakat di sekitarnya.
 
Apakah dia berhasil mendapatkan simpati dan dukungan konstituenya untuk bisa mengabdi lebih banyak dan lebih besar lagi? Kita tunggu hasilnya setelah 9 April 2014 nanti.
SidikRizalChaniago - webrizal.com

Biodata Caleg
Partai Nomor 7 DEMOKRAT
DAPIL 1 Nomor Urut 3

Nama Lengkap : NELLYTA ELVIRA
N.I.K.: 3275016009670000
tempat / Tgl lahir : PADANG / 20-09-1967
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : ISLAM
Status : KAWIN
Nama Suami : ANTON SUGIANTO
Jumlah Anak : 2

Alamat lengkap :    TAMAN JUANDA BLOK J1/15
RT.005 RW.014
KEL. BEKASI JAYA
Kec. BEKASI TIMUR
KOTA BEKASI
Prov. JAWA BARAT

Pendidikan Terakhir : D3
Pekerjaan : SPESIALIS PERAWATAN KULIT   

Kota Bekasi Hijau oleh Kampanye PPP

Saturday, March 22, 2014

 PARA CALEG PUAS BERKAMPANYE BERSAMA RAKYAT

Mengumpulkan massa untuk sebuah perhelatan besar bagi rakyat setiap lima tahun sekali, sungguh membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Sabtu, 21 Maret 2014 kemarin GOR Kota Bekasi seperti kembali ke suasana alami bernuansa semburat hijau di beberapa pojok dan bagian tengahnya.


Area Gedung Olah Raga Bekasi yang baru saja diresmikan oleh pemdakot, meski masih ada becek dan jalan tanah yang belum diselesaikan oleh u pengembang, semangat warga PPP tak surut hadiri panggung yang dihibur oleh pengurus DPW PPP, Bupati Bogor dari PPP, Rahmat Yasin, Pengurus DPC PPP Kota Bekasi dan tentunya caleg untuk DPR RI seperti Sigit Heryanto dan Hj. Aselina Endang Trihastuti, serta Damin Sada, sedangkan caleg PPP DPRD Provinsi Jawa Barat VI, hadir Alie Akbar dan lainnya.

Sedangkan untuk caleg DPRD Kota Bekasi yang hadir dari semua dapil seperti Sholihin caleg nomor 1 dari dapil 2, Lili Anggraei caleg nomor1, Agus Winanto caleg nomor 2, Ina Maryanah caleg nomor 3, Agus Bedjo caleg nomor 4 dari dapil 3 dan untuk dapil 4 ada Ust.Sanwani caleg nomor 3 dari dapil 4. Hadir pula Muhammad Said (Cemong) caleg nomor 1 sekaligus ketua DPC PPP Kota Bekasi, H.Bambang Supriyadi caleg nomor 2 untuk dapil Bekasi 5, dan banyak lagi caleg lainnya hadir memenuhi panggung setinggi 70 cm yang didirikan di sebelah barat pintu masuk GOR. Sebagai hiburan acara kampanye itu dibawakan oleh Derry, Ginanjar dan Eman dari Empat Sekawan.

Beberapa media televisi dan cetak pun hadir meliputnya, meskipun mereka hanya menunggu momen tepat untuk bisa mewawancarai para caleg, terutama dari DPR RI, seperti Sigit Haryanto dan Hj.Aselina Endang Trihastui. Sayang sosok caleg DPR RI lainnya tdak muncul di atas panggung adalah Damin Sada. Padahal iring-iringan mobil kampanyenya yang berhiaskan atribut kampanye tiga dimensinya tampak diparkir di luar area GOR.

Acara baru selesai, setelah Rahmat Yasin, Bupati Bogor yang juga pengurus DPW PPP Jawa Barat pulang dengan mobil mewahnya Mercedes Benz, bernomor polisi unik B 9 PPP.

Reportase : Sidik Rizal
Fotografi : Frananditya
Editor : ---?---





APK Diganggu Murfati Nyantai...

Wednesday, March 19, 2014

Pelanggaran Etika Kampanye Dilakukan Caleg PD


Caleg Murfati Lidianto termasuk salah satu caleg partai gerindra yang aktif lakukan sosialisasi dengan cara blusukan dan menyebar beberapa alat peraga kamanye (APK) berupa mini banner, spanduk dan beberapa baliho di titik-titik tertentu. Saking banyaknya alat peraga yang dipasangnya, pengawasannya memang jadi cukup sulit dilakukannya bersama tim relawan.


Pada beberapa lokasi, APK Murfati Lidianto, yang akrab dipanggil ibu Lidia atau ibu Murfati ini tampak dicurangi atau diperlakukan tidak sepantasnya. Mini banner yang dipasangnya ditempeli stiker oleh tim relawan caleg dari partai lain di dapil yang sama. Tentunya hal ini bisa membuat kesal siapapun, namun ketika dikonfirmasi via telepon, caleg wanita yang pasang jargon Siap Jadi Tameng Rakyat ini menjawab diplomatis, "...."

[Rincian Selanjutnya...]

Caleg Antar Jenazah Warga ke Peristirahatan Akhir

Monday, March 17, 2014

Agus Winanto Mengendarai Mobil Ambulance-nya Sendiri ke Pemakaman Warganya

Coba Anda sebutkan adakah seorang caleg yang memiliki kendaraan ambulance tapi masih menyempatkan waktunya menjadi sopir mobil ambulance gratis buat membantu warganya yang tertimpa musibah? Penulis berani bertaruh, pasti caleg yang seperti ini jarang ada, bahkan mungkin bisa jadi tak pernah ada, kecuali memberikan fasilitas mobil ambulance gratis buat warga yang tinggal di dapilnya.


Lalu bagaimana bisa terjadi seorang caleg terjun langsung mengantarkan mobil ambulancenya dan bertemu langsung dengan para pendukungnya yang tertimpa musibah?

Sedikitnya caleg partai berlambang Ka'bah ini memiliki 3 armada ambulance gratis yang disediakan buat warga yang tinggal di kecamatan Bekasi Selatan dan Jatiasih.

Meskipun tak jarang justru beberapa warga masyarakat yang jauh dari lingkungan sekitarnya menggunakan jasa ambulance gratis miliknya. Agus Winanto sadar betul, bahwa membantu meringankan beban warga masyarakatdi sekitarnya jauh lebih murah dan sangat efektif baginya untuk bisa bersosialisasi dan memperkenalkan diri sebaai orang yang peduli dengan lingkungannya.

"Kalau orang lain harus mengatur waktunya agar bisa bersosialisasi pada konstituennya dengan menerima proposal atau menunggu respon warga yang akan datang mengunjungi poskonya, saya berinisiatif merespon setiap warga yang datang dengan menyediakan kebutuhan berupa ambulance gratis bagi warga di sekitar saya," beber Agus Winanto kepada wartawan mediareportase.com

Bahkan saat semua ambulance dan mobil baknya dipakai para relawan untuk mengatar beberapa klien yang sedang sakit ke tujuan, kebetulan dirinya sedang berada di posko dimana saat itu cuaca sedang gerimis. ketika telepon berdering dan adanya permintaan warga untuk mengantarkan salah satu anggota keluarganya yang meninggal.

Agus Winanto pun segera meresponnya dengan membawa sendiri mobil ambulance, karena semua sopir relawannya sedang bertugas. Tanpa ragu Agus Winanto mengajak salah seorang relawan untuk membantu dan menemaninya menuju lokasi warga yang sedang ditimpa musibah.

"Ya kalau nggak ada sopir, masak kebutuhan warga tidak saya penuhi," jawab Agus saat ditanya kenapa dia mau merepotkan dirinya membantu warganya. "Dan lagi kebetulan saya tidak sedang ada kerjaan, biarlah warga tahu bahwa saya yang membantu mereka secara langsung!"

Tanggapan warga pun bagai gayung bersambut, malah ada seorang ustadz yang memberinya salam serta mendoakan keberkahan buat dirinya karena sangat berterima kasih atas yang telah dilakukan Agus Winanto sebagai caleg mau terjun langsung membantu warganya yang sedang mendapat musibah.

Kesibukan sang caleg yang berusia 51 tahun ini terbilang cukup padat, seolah Allah memberikan berkah atas semua harta yang dimilikinya sebagai manfaat menjawab doanya selama ini.

"Apa yang saya dapatkan sekarang ini adalah jawaban atas doa yang sering saya panjatkan kepada Allah subhana wa ta'ala," kilahnya atas pertanyaan betapa banyak armada mobil ambulance yang dimilikinya.

Wajar saja jika kini armada mobil ambulance nya tak pernah beristirahat beroperasi setiap minggunya. Tak sedikit anak buah dan relawannya menjadikannya sebagai candaan bahwa para relawan jadi sering berdoa biar bisa sering mengantarkan pasien atau jenazah menggunakan ambulance, karena mereka akan mendapat honor langsung dari kocek pak Agus Winato.

"Saya hanya minta mereka tidak melakukannya karena niat mereka yang salah, dan berdampak do'a mereka juga salah," Agus mencoba meluruskan permasalahan yang dialami anak buah dan relawannya. "Karena kan rasanya jadi lucu dan aneh, jika setiap relawan jadi rajin berdoa biar ambulancenya bisa beroperasi setiap hari. Ini kan sama saja berdoa agar ada warga Jatiasih dan Bekasi Selatan tertimpa musibah. Saya tak mau mereka seperti itu!" pungkasnya kepada mediareportase.com

Penulis : SidikRizal - wartawan mediareportase.com
Animasi : AbuAbdullah
Fotografi : Chairil - Relawan AW
Editor : DR
 




Visi & Misi Agus Winanto Caleg PPP

Sunday, March 16, 2014

JANGAN GOLPUT !!!
SALURKAN HAK PILIH ANDA
Jangan sampai salah pilih...!!
Tentukan pilihan anda pada calon anggota dewan
yang tegas & cerdas 






SLOGAN
----------- CERDAS BERSAMA RAKYAT------------

VISI

Menjadikan Lembaga Legislatif Daerah Kota Bekasi, kredibel dan dipercaya masyarakat agar perannya dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur yang handal untuk kesejahteraan rakyat dilandasi dengan mengedepankan cerdas berpikir, bersikap dan berperilaku menuju masyarakat yang aspiratif, maju dan makmur.

MISI
  1. Peningkatan pemerataan fasilitas dan akses pelayanan pendidikan dan kesehatan untuk mewujudkan masyarakat yang cerdas dan sehat;
  2. Pengembangan ekonomi daerah yang berbasis industri, jasa, usaha mikro kecil dan menengah untuk meningkatkan daya beli dan kemakmuran masyarakat;
  3. Penciptaan iklim investasi dan usaha yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi dan mengurangi pengangguran;
  4. Mendorong Pemerintah Daerah mewujudkan pembangunan dan pengelolaan infrastruktur yang lebih baik dengan peran serta masyarakat demi kesejahteraan rakyat;
  5. Mewujudkan birokrasi pemerintahan yang bersih, profesional, berwibawa, amanah, transparan dan bertanggung jawab;
  6. Pemberdayaan Aspirasi Warga, Menampung dan Memperjuangkan serta menyalurkan aspirasi dalam segala bidang kelembagaan;
  7. Peningkatan nilai-nilai agama dalam penyelenggaraan pemerintahan serta kehidupan bermasyarakat menuju masyarakat yang religius.

PenjabaranCerdas Bersama Rakyat
 
Dalam kedudukan, Fungsi dan Tugas Dewan
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah mengatur bahwa DPRD dan Kepala Daerah mempunyai kedudukan yang setara dan bersifat kemitraan. Dalam kedudukan kerja yang setaraf antara Eksekutif dan Legislatif

DPRD Kota Bekasi, merupakan Lembaga Perwakilan Rakyat Daerah yang berkedudukan sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah.

Sebagai representasi rakyat, DPRD Kota Bekasi mempunyai fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan. 
  1. Bidang Legislasi, bersama Walikota menyusun Raperda menjadi Perda,
  2. Bidang Anggaran, bersama Walikota menyusun RAPBD menjadi APBD, dan
  3. Bidang Pengawasan Pelaksanaan Perda, APBD, Perundang-undangan dan Kebijakan Walikota.
Kaitan dengan tiga fungsi tersebut diatas dibutuhkan kemampuan personal seorang anggota dewan untuk bisa cerdas dalam setiap fungsi, 
  1. Bidang Legislasi, dibutuhkan kecerdasan dan kemampuan personal dalam membuat Raperda untuk menjadi Perda, sehingga Perda yang dihasilkan dapat efektif dan berdaya guna dalam implementasinya di tengah-tengah masyarakat, sesuai dinamika zaman, untuk kepentingan rakyat.
  2. Bidang Anggaran, dibutuhkan kecerdasan dan kemampuan personal dalam menyusun RAPBD menjadi APBD, sehingga APBD yang di susun bisa efektif, dan tepat sasaran sehingga dapat bermanfaat dan dinikmati oleh masyarakat luas.
  3. Bidang Pengawasan, dibutuhkan kecerdasan dan kemampuan personal dalam mengawasi pelaksanaan Perda , APBD, Peraturan perundang-undangan serta berbagai Kebijakan Walikota , sehingga ruang dan celah penyimpangan dapat diminimalisir semaksimal mungkin dan pada gilirannya kepentingan rakyat di atas segalanya. 

Bantuan Air Bersih untuk Warga PGP


Ketika musim hujan datang, beberapa kota di Indonesia seperti mendapatkan ironi. Betapa tidak, dalam masa dimana seluruh daerah di republik ini sedang dalam musim penghujan seharusnya warga kota Bekasi berkelimpahan air dari datangnya hujan yang tiada henti setiap harinya.

Justru banjir air malah membuat sebagian warga masyarakat jadi kekurangan air, terutama air bersih layak minum. Ironi ini bisa jadi pelajaran berharga, betapa alam telah memberikan banyak kepada kita, tapi justru kita sendiri yang tidak menghargainya dan malah merusaknya.


Banjir yang hakikatnya adalah kesalahan kolektif seluruh lapisan masyarakat dan itu merupakan buah yang didapat dari kelalaian kita menghargai eksistensi alam dengan merusak keseimbangannya berupa pembangunan yang tak memperhatikan dampak lingkungan juga kelestarian alam itu sendiri.

Kesulitan air bersih di saat musim kemarau pastilah sebuah hal yang biasa terjadi, namun kesulitan air bersih di saat musim hujan pastilah ada kesalahan tata kelola lingkungan yang demikian buruknya. Bukankah hujan merupakan sebuah rahmat buat kebanyakan manusia, namun mengapa di sebagian kota Bekasi, hujan dan banjir malah membuat sebagian warga masyarakatnya kekurangan air bersih? Bukankab ini sebuah ironi yang terkadang kita anggap sangat pedih?

Untung saja masih ada sebagian tokoh yang peduli dengan kebutuhan sebagian warga kota Bekasi di saat musibah banjir ini terjadi. Meskipun sedikit yang bisa diberikan, namun hal ini bisa mengobati dan mengurangi penderitaan warga yang sejatinya adalah tanggung jawab bersama, dan lebih tepatnya adalah kewenangan pemerintah kota Bekasi.

Jika pemkot Bekasi tidak bertindak sigap dan tanggap dengan masalah kebutuhan warga akan air bersih justru di saat musim penghujan, maka ini merupakan sebuah kelalaian yang sulit untuk dimaklumi apalagi dimaafkan. Mengapa masalah kebutuhan pokok warga yang seharusnya bisa dipenuhi oleh instansi pemdakot terkait dalam hal ini PDAM kota Bekasi, Tirta Bhagasasi, tapi malah jadi pekerjaan sosial seorang caleg seperti Agus Winanto.

Apakah kita harus miris dengan kelalaian pejabat pemdakot Bekasi, atau merasa lega dengan kesigapan seorang caleg dari PPP, Agus Winanto yang sepertinya tak pernah berhenti berbuat bagi warga masyarakat di lingkungan sekitarnya?

Penulis : Sidik Rizal, Pemerhati Masalah Lingkungan
Desain grafis animasi : Franaditya
Editor : DR

Caleg Ini Kerahkan Relawan Bantu Kebersihan Lingkungan

Saturday, March 15, 2014

Kerja Bakti Relawan Agus Winanto
Pembersihan Lumpur Pasca Banjir di PGP / RW 09


Hari Minggu (15/3/2014) saat sebagian besar caleg peserta pemilu 2014 sedang mengikuti acara deklarasi kampanye damai di lapangan kantor KPUD Kota Bekasi, Agus Winanto malah mengerahkan sebagian relawannya untuk mengajak warga kerja bakti membersihkan lingkungan pasca banjir beberapa bulan terakhir ini.


Secara struktural manajemen, memang Agus Winanto memiliki semangat peduli lingkungan dan semangat berpolitik yang disesuaikan dengan momentum yang ada. Bagaimana mengatur dan mengakomodasi antara acara politik yang harus dia penuhi demi alasan kepentingan partai, dengan kewajiban sosial yang harus dia lakukan demi kepentingan warga masyarakat yang akan menjadi pendukungnya serta mengantarkannya menjadi wakil rakyat yang bisa duduk di kursi dewan.

Sebagai seorang warega masyarakat biasa, Agus Winanto menyediakan waktu khusus untuk lingkungan sekitarnya. Betapa tidak ketika dia sedang berada dalam mobil ambulance yang akan dia tumpangi menuju kantor DPC PPP di pusat kota, tapi baru di pertengahan jalan telepon genggamnya berdering, dan ternyata ada warga di walayahnya yang membutuhkan ambulance untuk membawa orang sakit. Tanpa ragu, Agus Winanto menyuruh sopirnya untuk berbalik arah pulang dan mendahulukan kebutuhan warganya yang lebih mendesak.

Sikap kepeduliannya inilah yang menjadi ukuran betapa seorang tokoh seharusnya mengorbankan kepentingannya demi kepentingan rakyat yang akan diwakili dan dipimpinnya. Satu kriteria wajib calon wakil rakyat dan pemimpin masa depan warga masyarakat di Kota Bekasi.

Sungguh terlalu berlebihan jika media menuliskan banyak hal positif tentang seorang tokoh masyarakat, tapi merekamnya dalam sebuah rentetan kegiatan sosial tanpa menyajikan bukti nyata, entah berupa foto dokumentasi atau narasi yang faktual.

Sebagai aktivis yang peduli lingkungan hidup sekaligus wartawan, penulis menganggap sosok Caleg PPP bernomor 2 ini mempunyai kelebihan berupa kesalehan sosial. Padahal kesalehan sosial tidak langsung memberikan dampak langsung bagi kepentingan politiknya pada Pemilu 2014.

Nilai positif yang ditularkan caleg PPP sekaligus orang tua asuh beberapa anak atim ini memberikan dampak positif berupa kesadaran warga sekitar, bahwa seorang caleg tidak harus melulu mendadak muncul menjelang masa pemilu saja dan memberikan segala macam hadiah yang memancing simpati publik sesaat. Agus Winanto, membuktikannya berupa aktivitas peduli sosial jauh sebelum dia mengikuti seleksi pencalegan.

Mulai dari mengasuh seikitnya 30-an anak yatim, memberangkatkan dhuafa pergi umroh, membangun dan memperbaiki tanggul bendungan di luar wilayahnya termasuk menyediakan beberapa mobil ambulance yang beroperasi bukan hanya di wilayah daerah pemilihannya saja.

Seorang wakil rakyat yang memiliki kriteria karakter calon pemimpin telah hadir, dan tersembunyikan selama beberapa tahun karena memang belum waktunya.Kini hadir dan mengejawantah dalam berbagai kegiatan nyata aksi sosial, meskipun sebagian masyarakat mencibirinya dengan alasan kampanye politik pemilu.

Kerja bakti yang dikerahkan oleh Agus Winanto sementara dirinya sendiri harus men gikuti kampanye politiknya adalah salah satu bentuk kepedulian multi dimensi yang tak banyak bisa dilakukan oleh tokoh caleg lain. Apakah Anda setuju, sosok Agus Winanto ini bisa disejajarkan dengan Joko Widodo, Gubernur DKI yang akan menjadi capres RI 2014 mendatang?

Penulis : SidikRizal, Pemerhati Sosial Politik
Desain Animasi : Frananditya
Penyunting : DR


 

Peduli Lingkungan, Caleg Ini Didik Warga dengan Aksi Sosial

Penyerahan Bak Sampah kepada Warga RW 10
Perum Pondok Gede Permai - Jatirasa


Seorang tokoh seharusnya bisa merencanakan sebuah program yang cermat dan cerdik untuk bisa menjawab segala kebutuhan dan kepentingan warga masyarakatnya tanpa diminta. Pemahaman akan kebutuhan publik merupakan satu bentuk empati yang wajib dimiliki seorang tokoh masyarakat, jika baginya dukungan masyarakat jadi hal penting buat sosialisasi yang dikerjakannya sepanjang masa kampanye pemilu.


Masalah niat memang hanya Allah yang tahu, tetapi sebagai makhluk sosial, kita harus berbuat sesuatu untuk lingkungan sebagai bentuk kesalehan sosial yang wajib dilakukan oleh setiap manusia yang mengaku dirinya beragama, bahkan di dalam Al-Qur'an sendiri menyatakan agar setiap orang beriman diperintahkan untuk berbuat amal shaleh kepada lingkungan sosial, dan sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka perbuat, demikian pula orang-orang beriman memperhatikan.




Google+ Followers

Follow by Email

 
Support : Webrizal | Tutorial | My Opini
Copyright © 2009-2014. Global Bekasi - All Rights Reserved
Template Recreated by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger